Pecatur Kaltim Digodok di Tarakan
Kontribusi dari ivan
Monday, 25 February 2008
BALIKPAPAN, TRIBUN-Prestasi emas menjadi target mutlak Percasi Kaltim pada PON XVII/2008. Keseriusan Percasi Kaltim untuk membidik emas, dibuktikan melalui upaya keras dalam menggodok para pecatur yang sedang mengikuti sentralisasi di Sekretariat Percasi Kota Tarakan.
Sepuluh pecatur Kaltim yang sedang dipersiapkan menghadapi PON, setiap hari harus mengasah otak mempelajari berbagai materi baik yang diajarkan pelatih maupun data dari internet. Tidak kurang dari delapan jam per hari, para pecatur memperdalam teori pengetahuan mereka tentang catur.
Selain teori, sentralisasi juga dirangkai dengan turnamen internal yang diikuti sepuluh pecatur. Turnamen internal ini merupakan salah satu ajang untuk mengimplementasikan ilmu pecatur sekaligus menguji mental sebelum menghadapi pertandingan yang sesungguhnya.
Setelah melakukan senam pagi, para pecatur mulai mendalami teori pembukaan (opening) mulai pukul 08.30-11.30. Latihan kembali dilakukan mulai pukul 14.00-16.30 dengan materi analisa pertandingan, yang kemudian dilanjutkan dengan turnamen catur cepat mulai pukul 16.30-17.30. Malamnya, kembali dilakukan turnamen catur standar mulai pukul 20.00-23.00. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan mulai hari Senin hingga Sabtu.
Asisten Manajer David Wangkay mengatakan dalam melaksanakan sentralisasi, Percasi Kaltim sangat menekankan kedisiplinan terhadap para pecatur. Semua pecatur diberi hak dan kewajiban yang sama dalam mengikuti sentralisasi. Kedisiplinan benar-benar ditegakkan semata untuk mewujudkan target prestasi Percasi Kaltim, meraih 2 emas dari 12 emas yang diperebutkan di PON.
"Dari KONI Kaltim, Percasi dibebani target 2 emas. Ini yang sedang kami perjuangkan. Karena itu, Percasi Kaltim berupaya semaksimal mungkin dalam mempersiapkan diri," jelas David pekan lalu di Sekretariat Percasi Kota Tarakan.
Khusus untuk pecatur putri, Kaltim mendatangkan pelatih dari Jakarta, yakni Grand Master Cerdas Barus. Kehadiran Cerdas Barus bukan hanya untuk memoles pecatur putri, tapi juga menjadi sparring partner bagi pecatur putra.
"Kebetulan Cerdas Barus tidak memperkuat tim PON DKI. Karena itu kami merekrutnya untuk membantu melatih pecatur Kaltim, terutama di kelompok putri," jelasnya.
Sementara itu pelatih putra Master Internasonal Nasib Ginting mengatakan, Kaltim bukan tidak mungkin meraih lebih dari dua emas. Melihat materi pecatur saat ini, kesempatan itu cukup terbuka. Tapi Percasi tidak ingin membebani diri dengan mematok target yang lebih tinggi, karena dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap psikologis pecatur. (bas) (Sumber : Tribun Kaltim 25/02/2008)
Selasa, 22 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar