Selasa, 22 April 2008

lanjut

Pecatur Kaltim Digodok di Tarakan



Kontribusi dari ivan
Monday, 25 February 2008
BALIKPAPAN, TRIBUN-Prestasi emas menjadi target mutlak Percasi Kaltim pada PON XVII/2008. Keseriusan Percasi Kaltim untuk membidik emas, dibuktikan melalui upaya keras dalam menggodok para pecatur yang sedang mengikuti sentralisasi di Sekretariat Percasi Kota Tarakan.
Sepuluh pecatur Kaltim yang sedang dipersiapkan menghadapi PON, setiap hari harus mengasah otak mempelajari berbagai materi baik yang diajarkan pelatih maupun data dari internet. Tidak kurang dari delapan jam per hari, para pecatur memperdalam teori pengetahuan mereka tentang catur.
Selain teori, sentralisasi juga dirangkai dengan turnamen internal yang diikuti sepuluh pecatur. Turnamen internal ini merupakan salah satu ajang untuk mengimplementasikan ilmu pecatur sekaligus menguji mental sebelum menghadapi pertandingan yang sesungguhnya.
Setelah melakukan senam pagi, para pecatur mulai mendalami teori pembukaan (opening) mulai pukul 08.30-11.30. Latihan kembali dilakukan mulai pukul 14.00-16.30 dengan materi analisa pertandingan, yang kemudian dilanjutkan dengan turnamen catur cepat mulai pukul 16.30-17.30. Malamnya, kembali dilakukan turnamen catur standar mulai pukul 20.00-23.00. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan mulai hari Senin hingga Sabtu.
Asisten Manajer David Wangkay mengatakan dalam melaksanakan sentralisasi, Percasi Kaltim sangat menekankan kedisiplinan terhadap para pecatur. Semua pecatur diberi hak dan kewajiban yang sama dalam mengikuti sentralisasi. Kedisiplinan benar-benar ditegakkan semata untuk mewujudkan target prestasi Percasi Kaltim, meraih 2 emas dari 12 emas yang diperebutkan di PON.
"Dari KONI Kaltim, Percasi dibebani target 2 emas. Ini yang sedang kami perjuangkan. Karena itu, Percasi Kaltim berupaya semaksimal mungkin dalam mempersiapkan diri," jelas David pekan lalu di Sekretariat Percasi Kota Tarakan.
Khusus untuk pecatur putri, Kaltim mendatangkan pelatih dari Jakarta, yakni Grand Master Cerdas Barus. Kehadiran Cerdas Barus bukan hanya untuk memoles pecatur putri, tapi juga menjadi sparring partner bagi pecatur putra.
"Kebetulan Cerdas Barus tidak memperkuat tim PON DKI. Karena itu kami merekrutnya untuk membantu melatih pecatur Kaltim, terutama di kelompok putri," jelasnya.
Sementara itu pelatih putra Master Internasonal Nasib Ginting mengatakan, Kaltim bukan tidak mungkin meraih lebih dari dua emas. Melihat materi pecatur saat ini, kesempatan itu cukup terbuka. Tapi Percasi tidak ingin membebani diri dengan mematok target yang lebih tinggi, karena dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap psikologis pecatur. (bas) (Sumber : Tribun Kaltim 25/02/2008)

Senin, 21 April 2008

informasi PON KALTIM 2008





Taekwondoin Kaltim ke Singapura Hari Ini



Ditulis oleh Administrator
Saturday, 05 January 2008
SAMARINDA - Program Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim untuk terus memantapkan persiapan atletnya menuju PON XVII/2008 tak hanya dilakukan dengan latihan dan uji coba dengan atlet nasional.
Buktinya, hari ini, sebanyak 25 orang yang tergabung dalam rombongan taekwondo Kaltim terdiri atas 17 atlet putra-putri, 6 pelatih, 1 ofisial, plus ketua umum Andi Harun, berangkat ke Singapura untuk menjalani uji coba dengan atlet nasional Singapura hingga 4 hari ke depan.
Andi Harun, lewat Humas TI Kaltim Kapten Azrul menjelaskan, atlet taekwondo Kaltim akan menjalani latihan bersama atlet Singapura yang tergabung dalam Singapore Taekwondo Federation (STF). "STF itu kalau di Indonesia bisa disamakan dengan PB. Artinya, taekwondoin Kaltim akan bertemu taekwondoin nasional Singapura," terang Azrul.
Menghadapi lawan tangguh, menurutnya, akan memperlihatkan sampai sejauh mana hasil latihan taekwondoin Kaltim selama ini. Artinya, segala kekurangan dan kelebihan akan lebih mudah terlihat kalau kualitas lawan sama atau bahkan setingkat di atas. "Kita memang punya beberapa taekwondoin yang sudah merasakan kekuatan atlet negara luar. Makanya dalam kesempatan ini diharapkan atlet non-pelatnas, bisa memperlihatkan perkembangannya," imbuhnya.
Lebih jauh Azrul mengatakan, keberangkatan rombongan taekwondo Kaltim ini tak sekadar ingin menguji kemampuan atlet. Tapi, TI Kaltim juga ingin mempelajari sistem pembinaan taekwondo di Negara Merlion tersebut. Selama ini, Singapura dikenal sangat apik mengelola pembinaan atletnya, bahkan dalam level klub sekalipun. Sistem profesional ala Singapura tersebut akan diadopsi, untuk selanjutnya diterapkan di Kaltim. Singapura sangat pintar menarik minat masyarakatnya untuk mencintai olahraga taekwondo. "Makanya, beberapa pengurus yang berangkat bersama tim ingin melihat sistem pembinaan serta program taekwondo Singapura. Artinya, rombongan Kaltim yang berangkat berharap dapat dua pelajar, yaitu untuk atlet dengan uji coba dan pengurus dengan berupaya mengadopsi sistem pembinaan Singapura," tegas Azrul mengakhiri.